Aku lagi menyelesaikan novel di aplikasi iPusnas yang berjudul Ranah Pusaka. Stok buku ini hanya ada 10 di iPusnas dan antrinya astagfirullah banget. Dari 350 halaman, aku sudah baca sekitar 220 halaman, jadi tinggal sedikit lagi aku bisa menikmati apakah Kali akan jadi jodoh Arka si tokoh utama atau enggak.

ranah pusaka
Btw, buku ini sebenarnya gak berpusat sama cinta-cintaan antara Arka dengan Kali. Ranah Pusaka justru membuka perjalanan kisah hidup berat di antara penghuni kosan milik Arka, yakni Kali (si tokoh utama), Ilyas, dan Badran. Dengan alasan memecahkan kasus dari orang tua Arka sebagai kompensasi dari rumah kosan yang gratis, mereka bertiga sering berkumpul untuk meneliti petunjuk tersembunyi.

Awalnya, aku gak terlalu antusias menikmati novel ini karena plot memecahkan petunjuk di rumah Arka berasa klise banget. Tapi, saat petunjuk ini membuka tabir rahasia kehidupan tokoh lainnya, aku jadi ketagihan sama novelnya. Plot harta karun hanyalah kamuflase aja, intimasi dan kehangatan akan membuat kalian semua terbawa kisah si Kali dan Arka.


Aku sih kalau ketemu pria kayak Arka akan langsung gercep aja. Udah mah tajir, mantep, baik hati, jadi Pak RT pula di kompleksnya, aku jelas akan langsung minta kepastian, hahaha. Arka dan Kali memang akan melalui kisah cinta tipis-tipis manis yang bikin geregetan. Aku gak bisa nih dikasih cinta tipis-tipis tak jelas macam ini, pengennya langsung lompat ke bab akhir!


Kisah Bunuh Diri dan Pergulatan Keluarga


ranah pusaka

Empat anak kos (nanti akan jadi lima), masing-masing memiliki masalah keluarga yang pelik yang membuat mereka memiliki sifat yang mirip yakni kabur dari masalah, menghindar dari sosial, dan terkhusus Kalila menjadi sinisme parah. Kalila sendiri adalah penyintas bunuh diri yang pernah ia lakukan dengan sengaja menabrakan diri saat mengendarai motor. 


Tekanan keluarga pada akademiknya, kakak yang kabur meninggalkan rumah, ayah yang bangkrut dan kasar, ibu yang lepas tangan pada tanggung jawab, serta adik yang disabilitas membuat Kalila merasa hidupnya sangat berat. Kalila yang awalnya adalah seorang mahasiswa berprestasi menjadi penyendiri dan anti sosial.


Suasana rumah yang menyesakkan membuat Kalila memutuskan untuk nge-kos dengan alasan fokus pada skripsi. Dari kosan inilah, Kalila mulai terbuka lagi pada lingkungannya, mulai menikmati lagi masa mudanya dengan maksimal. Kalila mulai ikut komunitas sepeda bersama Arka, mulai menyelidiki petunjuk di rumah Arka, ikut lomba bulutangkis RT, bahkan nanti Kalila akan merasakan perasaan pada Arka. Iya, Arka si cowok bingung itu.


Kisah Kalila dan Arka


Aku sendiri paham mengapa penulisnya dengan sengaja tidak memberikan jodoh yang jelas pada Arka dan Kalila. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyiksa pembaca, agar pembaca menjadi gemas dan sebal karena mereka ini harusnya pacaran saja. Mengapa Arka harus bingung segala! Hahaha, aku memang kesal pada Arka. 


Badran yang suka masak dapat pacar yang akan jadi istrinya. Ilyas pun dapat pacar, tapi Kalila dan Arka berakhir menggantung, agar pembaca bisa membayangkan ending untuk mereka berdua di pikiran masing-masing.


Hiks, tapi ya sudahlah. Aku cukup terkesima loh sama adegan sederhana tapi manis antara Kalila dan Arka. Adegan mereka berpegangan tangan saat menemukan petunjuk, adegan mereka tertidur saat Kalila bercerita tentang pengalaman dirinya bunuh diri, aku tertawa karena merasa gemas dengan kisah cinta anak muda. 


Aku yang sudah emak-emak ini ternyata masih merasakan geli-geli untuk adegan intimasi yang minor seperti ini. Aku kira aku akan menjadi kebal dan tidak lagi tersenyum macam anak-anak 17 tahun, ternyata tidak juga. 


Pada dasarnya, Ranah Pusaka adalah novel tentang penyembuhan para tokohnya. Kisah di mana manusia yang berusaha, berjuang, untuk bisa hidup dengan pelbagai masalah yang menimpa dirinya. Tidak ada adegan heroik, tidak ada plot twist seru macam novel thriller. Hal yang ada adalah penerimaan, memaafkan, dan membuka kembali. Buku Ranah Pusaka cukup banyak antriannya di aplikasi iPusnas, untuk 15 tahun ke atas, 338 halaman, terbitan Gramedia tahun 2024. Selamat membaca, selamat ter-Arka Arka.


Baca juga: The Red Palace, Ketika Keadilan Melawan Kekuasaan