Belakangan ini, aku lagi rajin banget olahraga dan buat bullet journal (lagi). Setelah satu tahun tidak mencatat apapun, tidak ada target menulis, tidak ada target dalam hidup, aku kembali menulis lagi karena buku catatan manis bergambar Chopper berwarna merah muda. 

Buku ini aku temukan di Indomaret, di mana ada begitu banyak item One Piece, mulai dari buku bercover Chopper dengan warna merah muda, buku Sanji wanted yang terkenal itu, lalu ada beberapa item alat tulis lain yang cute dan manis. 


Aku begitu galau harus memilih buku catatan dengan cover Sanji Wanted atau Chopper manis merah mudah. Sanji wanted terkesan humor dan lucu, tapi terasa begitu maskulin. Meskipun, aku meragukan ada bapak-bapak yang tertarik beli buku catatan Sanji Wanted.


bullet journal

Buku catatan merah muda Chopper terasa manis dan imut, mungkin agak lebih cocok dengan karakter ibu muda seperti aku. (Sangat muda).


Jadi, aku memutuskan untuk memilih Chopper yang terkesan feminine energy. Chopper emang cocok sih jadi simbol feminine energy. Dalam keseharian, Chopper memiliki perawakan yang kecil dan lemah. Tapi, dalam keadaan terdesak misalnya ada sesuatu yang buruk terjadi, anak gak mau makan, chopper bisa berubah menjadi monster besar seperti Hulk. Sangat menggambarkan emak-emak.



Aku memang suka sama Sanji Wanted, tapi tidak sesuka itu. Maafkan aku buku bercover Sanji Wanted. Aku ingin mendua, tapi uangku harus dibagi dua untuk beli susu formula. Goodbye buku Sanji Wanted.  


Bullet Journal di Buku Chopper Merah Muda


Isi bullet journal di tahun ini gak terlalu banyak. Hanya Habit tracker sederhana seperti menulis, olahraga, dan ngaji. Sholat gak usah ditracking lah, sudah emang jadi kewajiban.

Btw, aku sudah lama banget gak ngaji. Terakhir kali pas bulan ramadhan. Hapalan surat pendek juga sudah lama banget gak dicek karena yang terpakai untuk solat cuman trio kulhu. Aku emang lagi parah. Makanya, bullet journal bisa jadi solusi lah sebagai kemandekan manusia untuk berkembang (harapannya).


bullet journal sederhana

Biasanya, sebelum aku membuat buller jurnal, aku menulis harapanku di bulan agustus sebagai semacam, pendahuluan. Setelah berbasa-basi, menulis tanggal, baru aku masuk ke inti acara. Pada bullet journal milikku sebelumnya ada begitu banyak item yang masuk dalam habit tracker. Tapi, kali ini gak usah banyak-banyak, aku sudah makin tua, makin malas pula. Jadi, yang seadanya saja juga sudah cukup.


bullet journal sederhana

Hal terpenting dalam bullet journal adalah warna. Aku pinjam pensil warna punya anakku dan menggambar sedikit pola bunga-bunga di tabel. Biar terkesan feminine energy makanya bunga-bunga, bukan karena bunga-bunga mudah digambar. Untuk pola gambar bullet journal bisa dicontek dari pinterest. Ada sangat banyak contohnya di sana.


Selain soal habit tracker, sebenarnya bullet journal bisa banget dipakai untuk mencatat keuangan, menulis ide, dan lainnya. Disesuaikan saja dengan pengguna. Sangat fleksibel.  


Manfaat Bullet Journal


Aku akui bahwa aku membuat bullet journal kali ini agar buku chopper merah muda yang sudah aku beli menjadi berguna. Selain itu, aku juga butuh menyenangkan diri sendiri karena aku lagi rajin banget olahraga. Dengan melihat riwayat olahraga, aku pasti akan senyum dan bangga. 


Kita emang butuh catatan untuk riwayat progress diri sendiri untuk merasa keren. Btw, untuk riwayat olahraga pakai saja aplikasi di hp atau yang terhubung di jam tangan. Itu sudah sangat cukup. Aku juga sudah melakukannya agar bisa merasa sombong pada diri sendiri. 


Aku sudahi artikel ini karena sudah waktunya aku mencuci piring. Goodbye.